Jumat, 22 Mei 2009

Di Jepang, “Virus Flu Babi” Serang Komputer

kompi1“Virus flu babi” sudah meluas ke Jepang, tapi di Negeri Matahari terbit ini “virus” tidak menyerang manusia, tapi menyerang sistem komputer.

Negara Jepang melaporkan adanya sebuah virus komputer baru yang dibawa melalui email berbahasa Jepang yang menyertakan file dengan judul “informasi flu babi”, yang menyebar melalu jaringan internet.

National Institute of Infectious Diseases (NIID) Jepang dalam situsnya mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan tantang penyebaran email yang mencurigakan itu.

“Institut ini sudah menerima sejumlah laporan bahwa email itu menggunakan alamat seolah-olah dikirim dari NIID. Email yang membawa file berjudul ‘informasi flu babi’ itu, setelah diperiksa oleh perangkat lunak pengecek virus kami, ternyata sebuah program yang ilegal,” jelas NIID dalam pernyatannya.

NIID tidak menjelaskan virus apa yang terkandung dalam file tersebut dan kerusakan apa yang mungkin disebabkannya terhadap sistem komputer. NIID hanya menjelaskan bahwa email mencurigakan itu dikirim secara random ke pengguna internet. (ln/aby)

Read more...

Tindakan Pertama Jika Komputer Terserang Virus

Virus pada komputer kita adalah sesuatu yang sangat menyebalkan, pikiran kita yang pertama - tama pasti data - data yang ada di dalam komputer, apalagi kalau sampai kita harus "Reinstal windows" pasti kita bakalan kalang kabut dan ngedumel gak karuan. Tapi...... Jangan panik terlebih dahulu jika komputer kalian terserang virus, jangan terburu - buru atau gegabah untuk mem-"format" dan me-"Reinstal atau Instal Ulang Windows". Karena pada beberapa kasus virus salah satunya seperti "Conficker", cara ini tidak menyelesaikan masalah karena saat komputer dihubungankan dengan jaringan maka komputer tersebut akan terinfeksi lagi.

Lalu harus bagaimana ??? coba kalian gunakan dua tips yang dapat dilakukan pertama - tama saat komputer kalian mulai terserang virus.

Pergunakan System Restore
Ini adalah tips yang paling mudah dilakukan namun cukup ampuh bila kalian ingin komputer berjalan baik seperti kondisi semula sebelum terinfeksi oleh virus. System Restore adalah salah satu fitur bawaan dan diandalkan pada Windows XP maupun pada Windows Vista yang secara default di aktifkan saat OS / Operating System (XP / Vista) pertama kali di Instal.
Dengan menggunakan System Restore kita bisa membuat Restore Point (secara otomatis dibuat secara berkala), maksudnya ketika system mulai "berulah" tidak wajar baik karena virus maupun salah instal program atau driver, maka kita bisa mengembalikan konfigurasi Windows seperti sebelum system mulai "berulah". Misalnya kalian meng-instal aplikasi baru dan menyebabkan OS bermasalah atau sering crash. Daripada pusing, gunakan dan panggil saja Restore Point pada saat program tersebut belum di instal. Maka, semua setting registri dan konfigurasi Windows lain akan kembali seperti sedia kala.

Restore Point dapat diterapkan jika kalian tahu kira -kira kapan saat virus menginfeksi komputer, atau dalam kasus ketika kalian tidak menjalankan file virus. Namun ada syaratnya, yakni System Restore tidak di nonaktifkan oleh pengguna maupun virus. Karena beberapa virus seperti Conficker menonaktifkan System Restore sewaktu menyerang komputer korbannya.
Namun..... jika virus sudah masuk ke Restore Point maka virus tersebut justru terlindung oleh System Restore yang berakibat walaupun sudah berulang - ulang kali dibersihkan menggunakan anti virus, virus tetap kukuh bersarang di file - file Restore Point dan virus tersebut akan kembali lagi bangkit dari Restore Point. Tapi ini juga ada solusinya... solusinya adalah setiap kali pembersihan virus dilakukan, maka yang pertama - tama di lakukan adalah me-nonaktifkan System Restore ini di lakukan supaya virus tidak ter-proteksi oleh System Restore. Setelah itu lakukan langkah - langkah di bawah ini untuk mengembalikan kondisi semula (Restore Point):

1. Klik [Start] ==> [All Program] ==> [Accessoris] ==> [System Tools] ==> [System Restore]

2. Kemudian akan muncul tiga pilihan pada layar wizard system restore. Yaitu :
a. Restore my computer to an earlier time. (gunakan ini untuk mengembalikan system pada waktu tertentu).
b. Create a restore point (gunakan ini untuk menciptakan restore point pada saat ini).
c. Undo my restore point (gunakan ini untuk membatalkan restore poin yang dilakukan).
Pada pilihan ini pilihlah yang pertama [Restore my computer to an earlier time].

3. Pada tahap berikutnya, kalian akan dihadapkan pada sebuah kalender. Pilihlah waktu pada saat ketika komputer masih stabil atau belum terinfeksi virus, lalu klik [Next].

4. Pada jendela Wizard selanjutnya muncul layar konfirmasi. lalu klik [Next].

5. System Restore akan mulai bekerja dengan me-restart komputer kalian. pada saat ini kalian akan menunggu sedikit lama sekitar 10 - 20 menit (tergantung hardware kalian) untuk Windows mengembalikan Restore Point.

Sayangnya pada beberapa kasus, virus mencoba mematikan System Restore, sehingga fitur ini menjadi tidak berguna. jadi gunakan fitur ini hanya jika virus belum mematikan fitur ini.


Pembersihan Manual.
Apabila System Restor gagal memulihkan system komputer, kalian masih bisa melakukan cara lain yaitu "Pembersihan Manual". Sebelum melakukan pembersihan manual pertama - tama yang dilakukan adalah simpan data penting kalian dan tutup semua program yang berjalan. Bila perlu, Back Up data kalian ke media penyimpanan lainnya seperti USB Flash Disk, HDD External, CD, dll. Untuk mencegah hal - hal yang tidak diinginkan pada data - data kalian. Setelah itu lakukan langkah - langkah berikut ini :

1. Jalankan program antivirus di komputer kalian untuk melakukan Up Date pada antivirus tersebut agar dapat mencegah kemungkinan terinfeksi virus - virus baru. Jika perlu, download tool gratis Norman Malware Center (untuk download klik disini).

2. Putuskan koneksi Internet kalian segera dan putuskan juga Koneksi Jaringan Lokal (LAN) kalian untuk mencegah infeksi virus ke jaringan lokal atau infeksi ulang dari jaringan maupun internet. Ikuti langkah ini untuk memutuskan jaringan dan internet :
a. klik [Start] ==> [Control Panel] ==> [Network and Internet Connection] ==> [Network Connection].
b. Pada Network Connection, pilih koneksi internet atau jaringan yang ada, lalu klik kanan dan klik [Disable].

3. Nonaktifkan "System Restore" untuk mengoptimalkan dan mempermudah pembersihan virus yang di proteksi oleh Restore Point dan untuk mencegah virus kembali menginfeksi komputer. Gunakan cara ini untuk menonaktifkan "System Restore":
a. klik kanan pada icon My Computer, lalu klik [Properties].
b. Pada jendela System Properties klik / pilih tab [System Restore].
c. Pada tab [System Restore] centang atau tandai lah pada pilihan [Turn off System Restore on all drivers].
d. Kemudian klik [Apply] ==> [OK]

4. Lakukan Scan Virus. Biarkan antivirus melakukan scanning secara full pada komputer, bila perlu lakukan juga pada USB flash disk kalian. Setelah proses scanning selesai, lakukan restart pada komputer kalian. Alternatif lainnya lakukan scanning dengan menggunakan Removal Tools (bila ada).

5. Bersihkan temporary file dari kemungkinan masuknya virus, dengan cara :
a. Klik [start] ==> [All Programs] ==> [Accessoris] ==> [System Tools] ==> [Disk Cleanup].
b. Kemudian pada [Disk Cleanup], pilih drive yang akan dibersihkan.
c. Biarkan [Disk Cleanup] melakukan tugasnya.
d. Setelah itu pilih lah temporary files yang akan di bersihkan, kemudia klik [OK].
e. Biarkan proses cleanup bekerja sampai selesai.


Nah... itu dia tips kali ini, Semoga bisa membantu kalian dan bermanfaat untuk kalian.

Read more...

Cara supaya virus yang ada di flashdisk tidak menular ke komputer

sebel banget biasanya flashdisk kalo kena virus!!!ada file yang hilang dan sebagainya
kenapa sih ya virus bisa masuk ke flashdisk atau komputer????jawabannya adalah karena virus membuat autorun dan isi autorun itu adalah mengcopy virus yang ada di komputer supaya masuk ke flashdisk dan nantinya di flashdisk itu ada autorun lagi yang tujuannya untuk mengcopykan dirinya supaya menular ke komputer dan seterusnya...biasanya autorun yang dibuat virus seperti ini :



[autorun]
label=virusxxx
shellexecute=indomuzic.exe
action=open to view files

saya akan menjelaskan isi autorun tersebut :
label=yang dimaksud label adalah nama flashdisk tersebut (tetapi biasanya virus tidak akan mengubah nama)
shellexecute=file virus yang nantinya akan dijalankan jika kita mengklik open to view files (action)

secara otomatis ketika flashdisk dicolokkan dan kita mengkliknya maka flashdisk akan membuka file virus tsb dan otomatis akan menular ke komputer kita.







jika sudah seperti itu kita juga harus bisa menanganinya supaya flashdisk aman dari autorunnya virus....caranya adalah :

1. buka notepadnya
2. isikan kode2 ini 'del /a:r f:\autorun.inf' (tanpa tanda petik)lalu enter
3. isikan kode echo....mislkan 'echo kalau ada masalah hubungi bimo : 085647886692....jangan
lupa >f:\autorun.inf&attrib +r f:\autorun.inf' (tanpa tanda petik)
4.setelah itu save code2 ini dg nama flashdisk.bat (extensionnya harus *.bat)
5. double klik file bat yg udah jadi

Read more...

  ©Template modif by dieyaz.